Pembicaraan dengan investor atau calon mitra biasanya penuh istilah asing. Anda tidak perlu menghafal semuanya, tetapi ada beberapa istilah yang hampir pasti muncul. Artikel ini menjelaskannya satu per satu dengan satu contoh yang sama: sebuah usaha katering bernama Dapur Sari. Semua angka di bawah ini adalah angka rekaan.
Kepemilikan
Saham adalah bagian kepemilikan sebuah perusahaan. Kalau Dapur Sari dibagi menjadi 100 lembar saham dan Anda memegang 60 lembar, Anda memiliki 60% Dapur Sari.
Ekuitas adalah sebutan umum untuk modal yang ditukar dengan kepemilikan. Investor yang menyerahkan uang dan menerima saham disebut memberi modal ekuitas. Lawannya adalah utang: uang yang dipinjam dan harus dikembalikan dengan bunga, tanpa melepas kepemilikan.
Perbedaan keduanya sederhana. Utang harus dicicil apa pun keadaan usaha, tetapi kepemilikan Anda tetap utuh. Ekuitas tidak perlu dicicil, tetapi Anda berbagi kepemilikan, laba, dan kadang hak mengambil keputusan.
Pemegang saham pengendali adalah pemilik saham yang cukup besar untuk menentukan arah perusahaan, biasanya lebih dari 50%. Perusahaan holding umumnya menjadi pemegang saham pengendali di anak usahanya.
Nilai dan harga
Valuasi adalah perkiraan nilai seluruh perusahaan. Kalau seorang investor mau membayar Rp500 juta untuk 10% saham Dapur Sari, artinya ia menilai seluruh Dapur Sari seharga Rp5 miliar.
Valuasi ditentukan lewat tawar-menawar. Dasarnya antara lain laba, pertumbuhan, aset, dan keyakinan investor tentang masa depan usaha.
Dilusi terjadi ketika perusahaan mencetak saham baru untuk investor, sehingga porsi pemilik lama mengecil. Kalau Anda memiliki 100% Dapur Sari lalu menerbitkan saham baru untuk investor sebesar 20%, porsi Anda turun menjadi 80%. Jumlah lembar saham Anda tidak berubah, tetapi porsinya dari keseluruhan mengecil. Contoh dilusi yang berlanjut beberapa putaran ada di artikel Cara kerja modal ventura.
Keuntungan bagi pemilik
Dividen adalah bagian laba yang dibagikan kepada pemegang saham. Kalau Dapur Sari untung Rp200 juta setahun dan memutuskan membagikan separuhnya, pemilik 60% saham menerima Rp60 juta.
Laba ditahan adalah bagian laba yang tidak dibagikan, tetapi diputar kembali untuk membesarkan usaha, misalnya untuk membeli dapur kedua.
Imbal hasil (return) adalah keuntungan yang diterima investor dibandingkan uang yang ia tanamkan. Imbal hasil bisa datang dari dividen, dari kenaikan nilai saham, atau dari keduanya.
Exit adalah saat investor menjual sahamnya dan keluar. Investor modal ventura hampir selalu merencanakan exit sejak awal. Perusahaan holding biasanya berencana memegang sahamnya dalam jangka panjang. Perbedaan ini dibahas di artikel Holding atau investor.
Risiko
Risiko dalam investasi berarti kemungkinan hasilnya tidak sesuai harapan, termasuk kemungkinan uang yang ditanam berkurang atau hilang. Umumnya, investasi yang menjanjikan imbal hasil lebih tinggi juga membawa risiko lebih besar.
Diversifikasi berarti tidak menaruh semua uang di satu tempat. Pemilik yang punya usaha katering, toko bahan kue, dan jasa sewa alat pesta tidak akan kehilangan semua pemasukan kalau salah satunya sedang sepi. Banyak perusahaan holding memakai logika ini ketika memiliki beberapa anak usaha di bidang yang berbeda.
Likuiditas adalah seberapa cepat sesuatu bisa diubah menjadi uang tunai. Uang di rekening sangat likuid. Saham perusahaan kecil yang tidak tercatat di bursa kurang likuid, karena butuh waktu untuk menemukan pembelinya.
Sebelum bekerja sama
Uji tuntas (due diligence) adalah pemeriksaan yang dilakukan investor atau calon mitra sebelum menanamkan uang: laporan keuangan, izin usaha, kontrak, utang, dan masalah hukum. Pembukuan yang rapi membuat proses ini jauh lebih cepat.
Term sheet adalah dokumen ringkas berisi syarat-syarat pokok kerja sama: berapa uang yang masuk, berapa saham yang diberikan, dan hak apa saja yang didapat investor. Term sheet biasanya belum mengikat sepenuhnya, tetapi isinya akan menjadi dasar perjanjian akhir.
Tata kelola (governance) adalah aturan tentang siapa yang memutuskan apa di dalam perusahaan: wewenang direksi, peran komisaris, dan keputusan mana yang harus disetujui pemegang saham. Tata kelola yang jelas membuat investor lebih yakin dan mengurangi perselisihan antarpemilik.
Langkah berikutnya
Kalau istilah-istilah ini sudah terasa akrab, artikel Peta sumber modal usaha membahas pilihan modal yang tersedia bagi usaha di Indonesia, dari laba sendiri sampai mitra holding.
